NVMe vs SATA SSD / HDD
NVMe vs SSD vs HDD untuk VPS
NVMe mencapai sekitar 500.000 IOPS acak dengan latensi di bawah 100 mikrodetik; SATA SSD mampu sekitar 90.000 IOPS; HDD 7200 RPM mampu sekitar 150. Untuk apa pun dengan database, jarak ini adalah perbedaan antara aplikasi cepat dan lambat. HDD tetap rasional untuk satu hal saja: penyimpanan sekuensial besar yang dihargai per terabyte.
| Dimensi | NVMe | SATA SSD / HDD |
|---|---|---|
| IOPS acak | ~500.000 | SSD ~90.000 / HDD ~150 |
| Latensi | <0,1 ms | SSD ~0,5 ms / HDD ~10 ms |
| Throughput sekuensial | 3–7 GB/s | SSD ~550 MB/s / HDD ~200 MB/s |
| Biaya per TB | Tertinggi | HDD terendah dengan selisih besar |
| Terbaik untuk | Database, kontainer, boot | Arsip, cadangan, media |
Mana yang sebaiknya Anda pilih?
NVMe
Gunakan NVMe untuk apa pun yang memiliki database, runtime kontainer, atau kompiler. Ini adalah default di semua lini kecuali Hold.
SATA SSD / HDD
Gunakan HDD saat Anda membeli terabyte dan membacanya secara sekuensial—perpustakaan media, seedbox, target cadangan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah NVMe benar-benar membuat situs web lebih cepat?
Jika situs memiliki database, ya dan terasa. Sebagian besar kelambatan server yang dirasakan adalah latensi disk pada kueri, bukan CPU.
Apakah HDD pernah menjadi pilihan yang tepat?
Untuk penyimpanan sekuensial massal, tentu saja. Volume HDD 4 TB berbiaya sebagian kecil dari setara NVMe, dan seedbox atau target cadangan tidak peduli tentang IOPS acak.