VPS vs Cloud hyperscaler
VPS vs cloud hosting: biaya, kendali, dan lock-in
VPS adalah mesin tetap dengan harga bulanan tetap. Cloud hyperscaler adalah katalog layanan terkelola yang ditagih per unit konsumsi. Untuk beban kerja dengan lalu lintas yang dapat diprediksi, VPS biasanya tiga hingga sepuluh kali lebih murah untuk komputasi yang sama — premi cloud membeli elastisitas dan layanan terkelola yang mungkin tidak pernah Anda gunakan, ditambah biaya egress yang tidak dimiliki VPS tarif tetap.
| Dimensi | VPS | Cloud hyperscaler |
|---|---|---|
| Model harga | Bulanan tetap | Per detik, per permintaan, per GB |
| Bandwidth egress | Termasuk dalam paket | Ditagih per GB, sering menjadi baris terbesar |
| Prediktabilitas | Tagihan sama dengan harga paket | Variabel; kejutan umum terjadi |
| Elastisitas | Ubah ukuran dalam hitungan menit | Skalakan otomatis dalam hitungan detik |
| Layanan terkelola | Anda menjalankannya | Katalog ekstensif |
| Lock-in | Tidak ada — itu kotak Linux | Tinggi dengan layanan berpemilik |
| Persyaratan identitas | Tidak ada di sini | Verifikasi kartu dan identitas |
Mana yang sebaiknya Anda pilih?
VPS
Pilih VPS untuk beban kerja yang stabil, penagihan yang dapat diprediksi, lalu lintas keluar yang besar, dan apa pun yang ingin Anda jaga portabilitasnya.
Cloud hyperscaler
Pilih cloud hyperscaler untuk permintaan yang benar-benar melonjak, atau ketika layanan terkelola menggantikan tim yang tidak Anda miliki.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah VPS lebih murah daripada AWS atau Google Cloud?
Untuk beban kerja yang stabil, jauh lebih murah — sering kali dengan faktor tiga hingga sepuluh setelah lalu lintas keluar dihitung. Cloud menang ketika permintaan cukup melonjak sehingga Anda akan membayar kapasitas yang menganggur.
Mengapa lalu lintas keluar cloud begitu mahal?
Karena harganya ditentukan sebagai produk, bukan biaya. VPS dengan 10 TB bawaan akan menghabiskan ratusan dolar sebulan hanya untuk lalu lintas keluar hyperscaler.